Minggu, 12 November 2017

contoh cerpen

Contoh Cerpen Singkat Tentang Persahabatan (Contoh, Struktur, Alur dan Tema)

 Bahasa indonesiacerpen

Contoh Cerpen Singkat Tentang Persahabatan (Contoh, Struktur, Tema, Dan Tokoh) - Setelah sebelumnya kita membahas pengertian, ciri-ciri, struktur, unsur dan nilai cerpen maka kali ini kita akan menyimak sebuah contoh cerpen yang bertemakan persahabatan. Jika dikaji lebih dalam lagi perlu diingat bahwa cerpen adalah singkatan dari cerita pendek, dan merupakan salah satu jenis teks dalam bahasa indonesia disamping teks deskripsi, narasi dan lain sebagainya.

Contoh cerpen singkat terdapat banyak sekali jenisnya, diantaranya adalah cerpen singkat tentang persahabatan, cerpen singkat tentang pendidikan, cerpen singkat romantis dan lain sebagainya. Berbagai jenis cerpen singkat tersebut dapat dengan mudah kita temukan dalam media baik media online maupun offline.

Cerpen tentang persahabatan kali ini diambil dari referensi sebuah buku semi novel yang memiliki judul hampir sama yakni cerpen persahabatan yang admin baca ketika sedang mengunjungi gramedia. Cerpen tentang persahabatan sendiri memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri dari cerpen jenis lain karena didalam cerpen persahabatan terdapat unsur intrinsik yang memiliki nilai-nilai yang mengajarkan kita untuk menghargai arti sebuah persahabatan dan pertemanan. persahabatan yang erat dan melekat pada beberapa orang tentunya dapat dibukukan menjadi sebuah contoh cerpen singkat ini.

Jika kita amati berbagai contoh cerpen singkat yang telah kita baca, maka kita akan menemukan baik unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik cerpen tersebut. Unsur intrinsik cerpen tentang persahabatan sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bagian yakni: tema, tokoh, latar, alur dan lain sebagainya yag akan kita bahas setelah membaca cerpen persahabatan dibawah ini.

Contoh Cerpen Singkat Tentang Persahabatan

Mari kita ingat kembali informasi yang kita dapat pada artikel sebelumnya yang berjudul Teks Cerpen (pengertian, Ciri, Struktur, Unsur, Dan Nilai). Bahwa cerpen atau cerita pendek merupakan bentuk karangan teks yang memiliki jumlah kata dibawah 10.000 kata yang menceritakan kisah hidup manusia berdasarkan karangan fiksi maupun legenda. Untuk lebih memahaminya, maka simaklah contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya tentang persahabatan lengkap dengan pembahasan, Alur, Struktur dan Tema dibawah ini.

Baca Juga : Jenis, Pengertian Dan Struktur Teks Dala Bahasa Indonesia


Untuk mengidentifikasi unsur intrinsik contoh cerpen singkat tentang persahabatan, terlebih dahulu kita harus menyimak dan memperhatikan informasi terkait cerpen persahabatan itu sendiri.

Indahnya Sebuah Persahabatan

Betapa menyenangkannya menjadi orang kaya. Hidup serba berkecukupan. Apapun yang diinginkan akan terpenuhi. Karena semua sudah tersedia. Seperti halnya Tiyas. Seorang anak orang kaya yang menjadi banyak sorotan, Berangkan dan pulang selalu diantar oleh supir pribadi dan mobil mewahnya.

Meskipun bergelimang harta tiyas tidaklah menyombongkan diri. Tidak kalah dengan Tiyas, Orang tua Tiyas juga merupakan orang yang baik dan ramah, Tidak berpatokan pada harta dalam bergaul dan tidak membeda-bedakan orang disekelilingnya. Kawan-kawan Tiyas sangat suka dan betah berlama-lama di rumah Tiyas karena mereka selalu disambut ramah dan diperlakukan seperti keluarga sendiri oleh keluarga Tiyas.

Baca Juga : Sruktur Teks Cerpen Lengkap


Tiyas memiliki seorang sahabat yang sangat setia menemaninya dalam menghadapi lika liku kehidupan. Tidak jauh dari rumahnya Dwi sahabat tiyas tinggal di kampung dekat rumah Tiyas, hanya saja dipisahkan oleh RT saja. Namun sudah hampir dua minggu Dwi tidak mengunjungi Tiyas di rumahnya. “Hmmm Dwi kemana ya mah, Biasanya hampir setiap hari Dwi main kesini. Tapi ini sudah hampir lewat dua minggu Dwi tidak datang lagi.” Ujar Tiyas. “Mungkin Dwi sedang sakit!” jawab Mama Tiyas. “Ih, iya juga ya mah, siapa tahu memang Dwi lagi sakit. Kalo begitu nanti sore Tiyas mau menengoknya” katanya  dengan penuh semangat.

Sudah lima kali Tiyas mengetuk pintu rumah Dwi. Karena menunggu lama tidak kunjung dibuka akhirnya Tiyas memberanikan diri untuk bertanya kepada tetangga tentang menghilangnya Dwi. Benar saja, Ternyata sudah dua minggu Dwi ikut orang tuanya pulang ke desa. Sebab ayahnya habis kena PHK. Akhirnya keluarga Dwi memutuskan untuk kembali ke desa dan memilih menjadi petani.
“Oh, kasihan sekali Dwi,” ujarnya didalam hati,
Di rumahnya, Tyas tampak melamun sambil memikirkan nasib sahabat setianya itu.
“Ada apa Yas? Kok kamu nggak seperti biasanya, malah tampak lesu dan kurang semangat.” Papa bertanya sambil menegur.
“Dwi, Pa.” Jawab Tiyas
“Memangnya ada apa dengan Dwi sehingga membuatmu muram, Apa dia sedang sakit?” Tyas menggeleng kepada ayah.
“Lantas kenapa?” Papa menjadi penasaran.
“Sekarang Dwi sudah pindah rumah. Kata tetangga sebelah rumahnya Dwi ikut orang tuanya pulang ke desa. Kabarnya bapaknya habis di PHK dan memilih untuk menjadi petani”.
Sambil menatap Tiyas papa termenung memikirkan ucapan tiyas dengan rasa setengah tidak percaya.
“Kalau Papa tidak langsung percaya, Coba tanya deh, sama Pak RT atau ke tetangga lain” ujarnya.
“Lalu apa rencana kamu?”
“Aku harap Papa bisa menolong Dwi!”
“Maksudmu?”

Baca Juga : Contoh Cerpen Sedih Dan Romantis Tentang Cinta


“Aku pengen Dwi bisa disini lagi” Tyas  memohon dengan agak mendesak.
“Baik kalau itu bisa biki kamu seneng. Tapi, kamu harus bisa mencari alamat rumah Dwi yang di desa” kata Papa.
Berkat bantuan pemilik kontrakan bekas rumah Dwi akhirnya tiga hari kemudian Tiyas berhasil memperoleh alamat rumah Dwi yang berada di desa. Ia merasa sangat senang. Kemudian Papa bersama dengan Tiyas datang ke rumah Dwi di sebuah desa terpencil dan lokasi rumahnya masih masuk ke dalam lagi. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami disambut orang tua Dwi dan Dwi sendiri. Betapa gembira hati Dwi ketika bertemu dengan Tiyas. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu. pada awalnya Dwi sangat kaget dengan kedatangan Tiyas secara tiba-tiba.
“Maaf ya Yas. Aku tak sempat memberi kabar ke kamu kalo aku mau pindah”
“Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku sudah ketemu kamu dan merasa senang.”
Setelah berbincang cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangan mereka kepada orang tua Dwi. Ternyata orang tua Dwi tidak keberatan, mereka menyerahkan segala keputusan kepada Dwi sendiri.
“Begini, Wik, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu untuk ikut kami ke Surabaya. Kami menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Wi, apakah kamu bersedia ikut?” Tanya Papa.
“Soal sekolahmu,” lanjut Papa, “kamu nggak usah khawatir. Sseluruh biaya pendidikanmu biar papa yang menanggung.”
“Baiklah kalau memang Bapak dan Tiyas menghendaki saya ikut, saya mau pak. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya dan keluarga saya.”
Kemudian Tiyas bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Dwi. Tampak mata Tyas berkaca-kaca tidak kuat menahan kebahagiaan. Kini Dwi tinggal di rumah Tiyas. Sementara orang tuanya tetap tinggal di desa. Selain untuk mengerjakan sawah, mereka juga merawat nenek Dwi yang sudah semakin tua.

Unsur Instrinsik Cerpen Singkat Persahabatan

Setelah kita membaca contoh cerpen tentang persahabatan diatas, kita dapat menyimpulan unsur intrinsiknya yang terdiri dari:

Tema : Persahabatan.Tokoh : Tiyas, Papa Tiyas, Mama Tyas dan Dwi.Watak :Tiyas Suka Menolong, Dwi tidak suka membebani orang lain, Papa Tiyas Baik hati dan ramah, Mama Tiyas : Peduli.Alur : Maju.Latar :Tempat - Rumah Tiyas, Rumah Dwi.Waktu : Siang Hari.Suasana : Mengharukan.Sudut pandang : Orang Pertama.Amanat : Sebagai makluk tuhan kita harus saling tolong menolong Dan Berbagi kepada sesama.

Contoh Cerpen Singkat Persahabatan

Selamat Tinggal, Engkau Sahabatku

Mentari telah menampakkan sinarnya yang hangat, menerangi tiga sahabat dekat yang tengah berkumpul disebuah rumah terbuat dari kayu. Angin berhembus semilir lembut, menerpa daun daunan pohon dengan ukuran besar yang menari mengikuti arah berhembusnya angin. Ketiga sahabat tersebut adalah karina, helena, delia.

 Dalam contoh cerpen singkat tentang persahabatan paragraf pertama kita dapat melihat struktur teks yakni abstrak cerpen. Abstrak sendiri berkenaan dengan pengenalan awal suatu cerpen


Sebagai sahabat mereka selalu berkumpul bermain bersama sama dalam rumah kayu tersebut. Bersedagurau, tertawa dan bembira bersama, menikmati indahnya bunga bunga yang tengah berbaris nan rapi dilihat dari atas pohon. Rumah yang saati ini berdiri kokoh diatas pohon tersebut dinamakan rumah pohon persahabatan yang melambangkan persahabatan ketiga orang tersebut.

Karina merupakan sosok perempuan yang sangat energic dan semangat dalam pembelajaran fisika, kimia maupun sesuatu yang berhubungan dengan sains. selain itu dia sangat suka bersedagurau dan bercanda layaknya perempuan pada umumnya. Namun sifat manja yang ia miliki menjadi sebuah kelemahan yang belum mampu ia kuasai.

Helena sendiri adalah perempuan yang cerewet, suka berdiam diri dan memiliki hobi mendengarkan musik jass menggunakan telepon genggam yang selalu dia bawa kemapun dia pergi. Meskipun terlihat sebagai perempuan yang suka menyepelekan sesuatu, namun ia sangat alhi dalam bidang sejarah dan handal dalam bernyanyi maupun memainkan musik.

 Pada paragraf 2, 3 dan 4 contoh cerpen singkat persahabatan kita akan menemukan orientasi yang memuat pengenalan tokoh dalam cerpen persahabatan ini


Dan yang terakhir ialah Delia, ia adalah perempuan yang gemar memiliki rambut panjang yang teramat sangat baik. Ia suka menolong sahabat sahabatnya. Dia sangat pintar dalam pelajaran biologi maupun matematika. Tidak heran jika dia selalu mendapatkan predikat terbaik di kelasnya. Karena tidak pernah mendapatkan nilai rendah, ia selalu menjadi idola di sekolahannya.

Di suatu pagi, karina terbangun dengan wajah yang lemas lesu. Matanya masih buram dengan wajah berkunang kunang yang membuatnya enggan berdiri. Namun ia harus tetap bangun karena jam dinding telah menunjukkan pukul 07.00. Selain itu hari ini merupakan hari pertama karina memasuki ruang kelas delapan. Maka diapun berusaha bangun untuk bersiap siap menuju ke sekolah.

 Pada pragraf ini kita akan menemukan awal mula masalah atau komplikasi pada contoh cerpen singkat persahabatan. Komplikasi dimulai ketika Delia menyembunyikan dan mengabaikan sakitnya


"Teng Tong". Lonceng sekolahan berbunyi menandakan sekolah telah memasuki jam petama membuat helena yang sedang mendengarkan musik terganggu. Suara lonceng itu menggema masuk dalam telinga helena. Sedangkan Delia dengan senyumnya yang khas nan manis mengambil buku buku dari tas coklat yang ia bawa. Namun perasaan tidak enak sedang dia rasakan, entah kenapa kepalanya mendadak sakit namun ia berusaha untuk tetap menahannya. Dan anehnya Delia selalu menoleh kanan kiri bak mencari sesuatu yang hilang.

Helena yang penasaran akhirnya bertanya sambil berbisik, "Del, kamu kenapa?" Delia yang berbalik menjawab "Apa kamu melihat karina? Rasanya dari tadi aku tidak melihatnya" Helena menggeleng menandakan dia tidak tau keberadaan karina. Tiba tiba saja, seorang guru wanita berambut panjang berkilau datang seperti model iklan shampoo dan menyapa kelas "Selamat pagi anak anak" sapa bu mala dengan suara lantang.

Ibu mala lalu berbalik ke meja dan nampak tengah mencari sesuatu diantara tumpukan kertas yang tampaknya sengaja dibiarkan terbengkalai dan berantakan. Tiba tiba pintu mulai terbuka secara misteris, dari pintu itu munculah bayang bayang. Dan saat dilihat ternyata itu adalah karina. Karina yang nampak kaget melihat bu mala sudah hadir secara perlahan masuk kedalam kelas tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

Delia yang tak kuat menahan tertawa melihat ekspresi karina yang nampak lucu didepan kelas. Delia dan Helena melihat karina berlari diantara dua barisan bangku coklat yang ditata dengan teramat sangat rapi hingga kahirnya karina lega telah duduk disamping Delia.

 Dalam contoh cerpen singkat persahabatan ini ditutup dengan resolusi yakni delia ternyata sakit tumor dan tengah dirawat di rumah


Setelah jam pelajaran selesai, akhirnya ketiga sahabat itu pergi ke rumah pohon tempat mereka berkumpul setiap harinya. Pada saat itu sakit kepala delia kembali kambuh, namun seperti biasanya Delia tetap merahasiakan rasa sakitnya.

Hingga pada suatu hari saat kedua sahabatnya Karina dan Helena dirumah pohon menunggu kedatangan Delia untuk mengerjakan pekerjaan rumah, Namun Delia yang ditunggu tidak kunjung hadir. Sudah lima hari Delia tidak terlihat di kelas maupun di rumah pohon persahabatan. Hingga di hari keenam karena merasa penasaran Helena dan Karena datang kerumah Delia untuk menanyakan kabarnya.

 Contoh cerpen singkat persahabatan ini juga memuat berbagai unsur intrinsik, selain itu kita juga dapat menganalisa struktur cerpen itu sendiri


"Tok Tok" Suara karina mengetok pintu rumah Delia. Dalam hati karina bertanya "Kenapa ya banyak sekali kursi kursi berjajar dirumah Delia, apakah dirumahnya sedang ada acara selametan. Tapi kenapa dia tidak mengundang aku dan Helena?"

Ibu Delia akhirnya membuka pintu dan menjawab pertanyaan Karina. Alangkah terkejutnya karina mendengar delia masuk rumah sakit karena terkena tumor otak. Ternyata selama ini delia telah menyembunyikan penyakitnya dari teman temannya.

Pada dasarnya contoh cerpen tentang persahabatan dapat kita temukan dalam berbagai media, seperti yang saya jelaskan sebelumnya. Selain mencari referensi contoh cerpen singkat, kita bisa membuat contoh cerpen sendiri berdasarkan pengalaman pribadi dengan sahabat kita.

Itulah contoh cerpen tentang persahabatan yang dapat kita simak dan patut untuk kita contoh. persahabatan merupakan hal yang indah jika kita bisa saling enghargai dan memiliki rasa perduli dengan sahabat kita. Terimakasih.

cerpen

 

Pengertian Cerpen, Ciri-Ciri Cerpen, Struktur Cerpen, Unsur Intrinsik Cerpen, dan Unsur Ekstrinsik Cerpen

Kumpulan materi pelajaran mulai dari SD, SMP, dan SMA. Materi pelajaran yang dibahas secara lengkap dan jelas. Blog ini juga membahas tentang soal-soal.

Home 

Home » Bahasa Indonesia » Pengertian Cerpen, Ciri-Ciri Cerpen, Struktur Cerpen, Unsur Intrinsik Cerpen, dan Unsur Ekstrinsik Cerpen

Pengertian Cerpen, Ciri-Ciri Cerpen, Struktur Cerpen, Unsur Intrinsik Cerpen, dan Unsur Ekstrinsik Cerpen

Pengertian Cerpen

Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel.

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.

Cerita pendek biasanya mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman saja. Selain itu, cerpen atau cerita pendek hanya memberikan sebuah kesan tunggal yang demikian serta memusatkan diri pada salah satu tokoh dan hanya satu situasi saja.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Berikut pendapat para ahli mengenai penjelasan tentang cerpen.

Sumardjo dan SainiCerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

Menurut KBBICerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.Nugroho Notosusanto dalam TariganCerpen atau cerita pendek yaitu sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan hanya 17 hlm kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.HendyCerpen ialah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung kisahan tungal.Aoh. K.HCerpen merupakan salah satu karangan fiksi yang biasa disebut juga dengan kisahan prosa pendek.J.S. BaduduCerpen merupakan cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.H. B. JassinMenurut pendapat H. B. Jassin, cerpen ialah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian.

Ciri-Ciri Cerpen

Jalan ceritanya lebih pendek dari novelSebuah cerpen memiliki umlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kataBiasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hariTidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja.Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesainnya.Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca.Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut.Biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan.Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat

Struktur Cerpen

AbstrakAbstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.OrientasiOrientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.KomplikasiKomplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.EvaluasiEvaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.ResolusiPada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.KodaPada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.

Unsur Intrinsik Cerpen

TemaTema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.Alur / PlotJalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.SettingSetting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.TokohTokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.PenokohanPenokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya: 

Metode analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya. 

Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).Sudut PandangAdalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.
Contoh:
Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita. 
Contoh:
Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya. 
Contoh:
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.  
Contoh:
Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.AmanatAmanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen. 
Latar Belakang MasyarakatLatar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.Latar Belakang PengarangLatar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.BiografiBiografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.Kondisi PsikologisKondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.Aliran SastraAliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.Itulah pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, struktur cerpen, unsur intrinsik cerpen, dan unsur ekstrinsik cerpen.

Posted by Azmi Azhar

Minggu, 22 Oktober 2017

cerita rakyat

Pengertian dan Ciri-Ciri Cerita Rakyat

 Indra Saputra

4 tahun yang lalu

Iklan

1. Pengertian cerita rakyat

Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa.

2. Ciri-ciri Cerita rakyat

Disampaikan turun-temurun.Tidak diketahui siapa yang pertama kali membuatnyaKaya nilai-nilai luhurBersifat tradisionalMemiliki banyak versi dan variasiMempunyai bentuk – bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapkannya.Bersifat anonim, artinya nama pengarang tidak ada.Berkembang dari mulut ke mulut.Cerita rakyat disampaikan secara lisan.

hikayat

Pengertian Hikayat, Ciri, Unsur, Jenis dan Contohnya

Sumberpengertian.com

7 months ago

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia terdapat banyak sekali jenis  sastra atau prosa yang kita ketahui. Salah satu jenis prosa adalah Hikayat. Pada artikel ini mimin akan menjelaskan pengertian Hikayat dan Contohnya 🙂

Pengertian Hikayat

Menurut Wikipedia, Pengertian Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng.

Pada umumnya hikayat bercerita tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.

Hikayat merupakan istilah yang berasal dari Arab yakni dari kata “Haka” yang artinya bercerita atau menceritakan.

Fungsi Hikayat

Umumnya hikayat memiliki fungsi sebagai pembangkit semangat, penghibur atau pelipur lara, atau hanya untuk meramaikan suatu acara atau pesta.

Baca juga : Pengertian Teks Narasi, Jenis, Ciri, Tujuan dan Langkah Pembuatannya


Ciri-ciri Hikayat

Salah satu bentuk sastra prosa yang dikenal dengan Hikayat ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Anonim

Anonim artinya pengarang dari hikayat umunya tidak dikenal.

Istana Sentris

Menceritakan tokoh yang berkaitan dengan kehidupan istana/ kerajaan atau pusat ceritanya berada didalam lingkungan istana.

Bersifat Statis

Bersifat statis maksudnya tetap atau tidak banyak terjadi perubahan.

Bersifat Komunal

Bersifat komunal artinya menjadi milik masyarakat.

Menggunakan Bahasa Klise

Menggunakan bahasa yang diulang-ulang

Bersifat Tradisional

Hikayat bersifat tradisional atau Meneruskan budaya/ tradisi/ kebiasaan yang dianggap baik.

Bersifat Didaktis

Bersifat didaktis atau mendidik baik Didaktis secara moral maupun didaktis secara religi.

Menceritakan Kisah Universal Manusia

Hikayat menceritakan kisah secara universal seperti peperangan antara yang baik dengan yang buruk, dan dimenangkan oleh yang baik.

Magis

Cerita hikayat umumnya bersifat magis. Pengarang akan membawa pembaca ke dunia khayal imajinasi yang serba indah.

Unsur Hikayat

Hikayat memiliki beberapa unsur yang harus dipenuhi yakni :

Tema

Tema merupakan ide atau gagasan yang mendasari sebuah cerita.

Latar

Latar ialah tempat, waktu, dan suasana yang digambarkan dalam suatu cerita hikayat.

Alur

Alur merupakan jalinan peristiwa dalam sebuah cerita yang terjadi dalam hikayat.

Amanat

Pengertian amanat adala suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita.

Tokoh

Tokoh adalah pemeran di dalam cerita, pemeran ini baik sebagai pemeran utama maupun pemeran pendukung. Penokohan sendiri merupakan penggambaran watak seorang tokoh.

Sudut pandang

Sudut pandang adalah pusat pengisahan darimana suatu cerita dikisahkan oleh si pencerita.

Gaya

Gaya sangat berhubungan dengan bagaimana si penulis menyajikan suatu cerita dengan menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.

Baca juga : Pengertian Yurisprudensi Menurut Para Ahli


Jenis-jenis Hikayat

Hikayat terbagi kedalam beberapa jenis baik dari isinya maupun dari asal daerahnya.

Jenis Hikayat berdasarkan Isinya

Dari Isinya hikayat terbagi ke dalam :

Cerita RakyatEpos IndiaCerita dari JawaCerita-cerita IslamSejarah dan BiografiCerita berbingkat

Jenis Hikayat Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalanya hikayat terbagi kedalam beberapa jenis yakni :

Melayu AsliContoh Hikayat Melayu Asli :Hikayat Hang Tuah (bercampur unsur islam)Hikayat Si Miskin (bercampur unsur islam)Hikayat Indera BangsawanHikayat Malim Deman

Pengaruh Jawa

Contoh Hikayat yang memiliki pengaruh Jawa :

Hikayat Panji SemirangHikayat Cekel Weneng PatiHikayat Indera Jaya (dari cerita Anglingdarma)

Pengaruh Hindu (India)

Contoh Hikayat pengaruh India :

Hikayat Sri Rama (dari cerita Ramayana)Hikayat Perang Pandhawa (dari cerita Mahabarata)Hikayat Sang Boma (dari cerita Mahabarata)Hikayat Bayan Budiman

Pengaruh Arab-Persia

Contoh Hikayat Pengaruh Arab-Persia

Hikayat Amir Hamzah (Pahlawan Islam)Hikayat BachtiarHikayat Seribu Satu Malam

Contoh Hikayat

Hikayat Abu Nawas – Ibu Sejati

Kisah ini mirip dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika masih muda.

Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki anak. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.

Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Baginda berputus asa.

Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan Baginda memanggil Abu Nawas. Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti yang biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.

Keesokan hari sidang pengadilan diteruskan lagi. Abu Nawas memanggrl algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu diletakkan di atas meja.

“Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?” kata kedua perempuan itu saling memandang. Kemudian Abu Nawas melanjutkan dialog.

“Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang memang berhak memilikinya?”

“Tidak, bayi itu adalah anakku.” kata kedua perempuan itu serentak.

“Baiklah, kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata.” kata Abu Nawas mengancam.

Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit histeris.

“Jangan, tolongjangan dibelah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya diserahkan kepada perempuan itu.” kata perempuan kedua. Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsurig menyerahkan kepada perempuan kedua.

Abu Nawas minta agar perempuan pertama dihukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya disembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja merasa puas terhadap keputusan Abu Nawas. Dan .sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. la lebih senang menjadi rakyat biasa.


Demikian informasi tentang pengertian hikayat lengkap dengan unsur, ciri-ciri, jenis, serta contohnya. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat baik bagi pembaca maupun bagi penulis.

Senin, 16 Oktober 2017

macam macam paragraf

Macam-Macam Paragraf

Berdasarkan Letak Kalimat Utama :

1. Paragraf deduktif

Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
Contoh :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu.Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
Keterangan :Kalimat yang tercetak miring sebagai pokok pikiran sedangkan yang lain sebagai penjelas.

2. Paragraf Induktif
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik

Contoh :

Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.

3. Paragraf Campuran
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.
Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.

Contoh :
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

Berdasarkan Tujuannya :

1. Paragraf Narasi ( Menceritakan )

Paragraf Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang didalamya terdapat alur cerita, setting, tokoh dan konflik tetapi tidak memiliki kalimat utama.

Ciri-cirinya: ada kejadian, ada palaku, dan ada waktu kejadian.

Contoh Paragraf Narasi :

Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan,mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.

2. Paragraf Deskripsi ( Menggambarkan )

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat.

Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan atau menggunakan panca indera.
Contoh Paragraf Deskripsi :

Perempuan itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina.

3. Paragraf Persuasi ( Mengajak )

Paragraf Persuasi adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

Ciri-cirinya : ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu.

Contoh Paragraf Persuasi :

Susu sangat baik untuk kesehatan kita. Susu mengandung banyak kalsium yang sangat berguna untuk pertumbuhan tulang kita. Selain itu, susu juga memiliki banyak protein yang bisa membantu meningkatkan kecerdasan otak kita. Oleh karena itu, marilah kita perbanyak meminum susu.

4. Paragraf Argumentasi ( Pendapat )

Paragraf Argumentasi adalah sebuah paragraf yang menjelaskan pendapat dengan berbagai keterangan dan alasan. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan pembaca.

Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya.

Contoh Paragraf Argumentasi :

Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

5. Paragraf Eksposisi ( Menjelaskan )

Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang berisi ide, pendapat, buah pikiran, informasi, atau pengetahuan yang ditulis dengan tujuan untuk memperluas wawasan pembaca.

Ciri-cirinya: biasanya terdapat kata "adalah" dan merupakan informasi.

Contoh Paragraf Eksposisi :

Ciplukan adalah tumbuhan semak yang biasa tumbuh di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa ditemukan saat musim penghujan. Tumbuhan ini biasanya mempunyai tinggi antara 30-50 Cm, batangnya berwarna hijau kekuningan, buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning. Selain mempunyai rasa yang manis, ternyata buah ciplukan menyimpan beberapa khasiat penting untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Berdasarkan Pola Pengembangannya :

a.Pola umum-khusus

Pola ini diawali dengan pernyataan yang sifatnya umum dengan ditandai kata banyak, umumnya kemudian dijelaskan dengan rincian - rincian.

b.Pola khusus-umum

Pola ini merupakan kebalikan dari pola umum-khusus yaitu diawali dengan rincian - rincian dan diakhiri pernyataan yang bersifat umum.

c.Pola definisi luas

Pola ini digunakan sebagai usaha penulis untuk memberkan keterangan atau arti terhadap sebuah kata atau suatu hal.

d.Pola proses

Pola ini merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau perurutan dari suatu kejadian atau peristiwa.

e.Pola sebab-akibat

Pola ini dilakukan dengan mencantumkan sebab-sebab suatu hal terjadi dan diikuti dengan akibat yang ditimbulkan oleh sebab-sebab tersebut.

f.Pola ilustrasi

Pola ini dilakukan ketka ditemukan sebuah gagasan yang masih terlalu umum sehingga dibutuhkan ilustrasi-ilustrasi yang bersifat konkret.

g.Pola pertentangan dan perbandingan

Pola pertentangan digunakan ketka kita membahas suatu persoalan dengan cara mengontraskan dengan masalah lain, sedangkan pola perbandingan digunakan ketika membahas dua hal atau objek berdasarkan persamaan dan perbedaan-perbedaannya.

h.Pola analisis

Pola ini digunakan ketika menjelaskan suatu hal atau gagasan yang sifatnya umum ke dalam perincian-perincian yang logis dan analitis.

i.Pola klasifikasi

Pola ini digunakan untuk mengelompokkan hal, peristiwa, atau benda yang dianggap memiliki kesamaan-kesamaan tertentu.

j.Pola seleksi

Pola ini dilakukan dengan cara memilih perbagian dengan didasarkan atas fungsi, kondisi, atau bentuknya.

k.Pola titik pandang

Pola ini dilakukan dengan cara melihat kedudukan pengarang dalam menceritakan atau melihat sesuatu.

l.Pola dramatis

Pola ini dilakukan dengan cara penceritaan tidak langsung atau melalui dialog-dialog.

m.Analogi

Pola ini dilakukan dengan membandingkan dua benda yang banyak kesamaan sifatnya.

n.Generalisasi

Pola ini dilakukan dengan cara menarik sebuah kesimpulan umum dari beberapa data yang dimiliki.

laporan hasil observasi

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi ialah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi), teks laporan observasi juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Menggambarkan ciri, bentuk atau sifat umum seperti benda, hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan atau peristiwa yang terjadi di dalam semesta kita, teks hasil observasi bersifat faktual atau berdasarkan fakta yang ada.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

Mengatasi suatu persoalan.Menemukan teknik atau cara terbaru.Mengambil keputusan yang lebih efektif.Melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.Mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengematan.Sarana untuk pendokumentasian.Sebagai sumber informasi terpercaya.

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Bersifat objektif, global, universal.Objek yang akan dibicarakan/dibahas ialah objek tunggal.Ditulis secara lengkap dan sempurna.Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.

Sifat Teks laporan Hasil Observasi

Bersifat Informatif,Bersifat Komunikatif,Bersifat Objektif,

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Terdapat 2 struktur utama yang membantu teks laporan hasil observasi sehingga menjadi satu kesatuan, struktur teksnya yaitu:

Pernyataan umum (klasifikasi) merupakan pembuka atau pengantar mengenai hal yang dilaporkan, ditahap ini akan disampaikan bahwa benda-benda di dunia bisa diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.Anggota/aspek yang dilaporkan merupakan bahasan atau rincian tentang objek yang diamati.

Struktur lain dari teks laporan observasi yaitu:

Definisi umum merupakan pembukaan yang berisi pengertian mengenai sesuatu yang dibahas didalam teks.Definisi bagian merupakan bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf “penjelasan rinci”.Definisi manfaat merupakan bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan.Penutup merupakan bagian rincian akhir dari teks.

Kaidah Kabahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Ciri bahasa atau kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks ini yaitu:

Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.Menggunakan verba relasional seperti: ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut dan lain-lain.Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku seperti: bertelur, membuat, hidup, makan, tidur dan sebagainya.Menggunakan kata penghubung yang menyatakan tambahan (dan, serta) perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya), pertentangan ( tetapi, sedangkan, namun), pilihan (atau).Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.Menggunakan kata keilmuwan atau teknis seperti: herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia dan lain-lain.

Langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

Adapun langkah-langkah diantaranya yaitu:

Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.Membuat kerangka teks yang condong ke pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi, setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah berikutny yaitu menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan.Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali.

Nah kalian juga harus memenuhi syarat atau kriteria teks laporan hasil observasi agar dianggap baik dan benar serta ideal, berikut ini syaratnya:

Mempunyai susunan struktur teks yang urut dan lengkap.Dalam struktur teks tidak mempunyai kesimpulan/penutup.Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.Teks menjelaskan sebuah informasi berdasarkan fakta.

eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisanyang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.

Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah beritadi koran dan petunjuk penggunaan.

Contoh topik:

Data faktual, yaitu suatu kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis tentang bagaimana suatu alat bekerja, bagaimana suatu peristiwa terjadi, dan sebagainyaSuatu analisis atau penafsiran objektif terhadap seperangkat fakta.Fakta tentang seseorang yang berpegang teguh pada suatu pendirian

Contoh urutan analisis:

Urutan kronologis/proses, biasanya memaparkan proses, yaitu memberi penjelasan tentang bekerjanya sesuatu atau terjadinya suatu peristiwaUrutan fungsionalUrutan atau analisis sebab akibatAnalisis perbandingan

Langkah-langkah penulisan:

Menentukan temaMenentukan tujuan karanganMemilih data yang sesuai dengan temaMembuat kerangka karanganMengembangkan kerangka menjadi karangan

Langkah-langkah Menyusun Paragraf Proses Pola pengembangan karangan eksposisi bisa bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas pertanyaan bagaimana bekerjanya, bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu terjadi. Berikut langkah penulisannya :

Penulis harus mengetahui perincian secara menyeluruh.Membagi perincian atas tahap tahap kejadiannya. Bila tahap-tahap kejadian ini berlangsung dalam waktu yang berlainan, penulis harus memisahkan dan mengurutkannya secara kronologis.